Details

  • Last Online: 24 hours ago
  • Gender: Female
  • Location:
  • Contribution Points: 0 LV0
  • Roles:
  • Join Date: December 15, 2025
City of Romance chinese drama review
Completed
City of Romance
0 people found this review helpful
by ririkaa
9 days ago
22 of 22 episodes seen
Completed
Overall 9.5
Story 9.0
Acting/Cast 10.0
Music 8.5
Rewatch Value 8.5

dramanya ringan,cocok di tonton kalau butuh yang romcom ringan

Jujur aku nonton City of Romance awalnya nggak berekspektasi tinggi. Aku cuma lagi cari drama yang ringan buat selingan setelah nonton drama yang isinya konflik terus. Pas lihat sinopsisnya, aku mikir, "Yaudah deh, coba aja." Ternyata setelah beberapa episode, aku malah jadi betah lanjut nonton.
Menurutku daya tarik paling besar dari drama ini ada di chemistry pemeran utamanya. Mereka kelihatan nyaman satu sama lain, jadi interaksinya nggak kerasa dipaksain. Banyak momen yang sebenarnya sederhana, cuma ngobrol atau saling usil, tapi malah itu yang bikin gemes. Aku lebih suka romance yang berkembang pelan daripada yang baru ketemu langsung jatuh cinta, jadi aku lumayan menikmati perkembangan hubungan mereka.
Ceritanya memang nggak bisa dibilang baru. Kalau sering nonton romcom China, pasti bakal nemuin beberapa adegan yang terasa familiar. Tapi entah kenapa aku tetap enjoy. Mungkin karena cara penyampaiannya enak, nggak terlalu bertele-tele, dan konfliknya juga nggak dibikin ribet cuma buat nambah jumlah episode.
Yang aku suka lagi, drama ini nggak bikin capek. Ada drama yang tiap episode isinya marah-marahan, salah paham, nangis, terus besoknya salah paham lagi. Nah, di sini menurutku porsinya pas. Tetap ada konflik, tapi nggak sampai bikin kesel atau pengen skip. Malah aku sering lanjut episode berikutnya karena penasaran aja sama interaksi mereka, bukan karena konfliknya.
Soal akting, menurutku semuanya oke. Pemeran utama berhasil bikin karakternya terasa hidup. Ekspresi mereka juga natural, terutama waktu adegan lucu atau salting. Aku beberapa kali ketawa sendiri gara-gara tingkah mereka. Pemeran pendukungnya juga lumayan ngasih warna ke cerita, jadi nggak cuma fokus ke pasangan utamanya aja.
Visual dramanya juga enak dilihat. Warna-warnanya hangat dan bikin suasana terasa nyaman. Ini tipe drama yang enak ditonton sore atau malam sambil rebahan. OST-nya juga cocok sama suasananya. Memang nggak sampai bikin aku langsung cari lagunya, tapi pas diputar di dramanya terasa pas dan nggak ganggu.
Kalau ngomongin kekurangan, menurutku ada beberapa bagian yang lumayan gampang ditebak. Ada juga konflik yang menurutku bisa digali lebih dalam, tapi malah selesai cukup cepat. Terus di beberapa episode tengah sempat terasa agak pelan. Untungnya nggak berlangsung lama, jadi aku masih betah lanjut sampai selesai.
Yang paling bikin aku bertahan nonton sebenarnya bukan karena ceritanya yang luar biasa, tapi karena dramanya nyaman. Kadang kita memang nggak selalu butuh drama yang penuh plot twist atau bikin nangis. Ada kalanya cuma pengen nonton sesuatu yang bikin senyum, ketawa kecil, terus selesai dengan hati yang ringan. Buatku, City of Romance berhasil ngasih perasaan itu.
Aku juga suka karena hubungan mereka terasa cukup dewasa. Mereka memang nggak selalu setuju satu sama lain, tapi tetap berusaha saling ngerti. Menurutku itu lebih enak ditonton dibanding drama yang isinya salah paham terus tanpa alasan yang jelas. Momen romantisnya juga manis tanpa terasa berlebihan, jadi masih nyaman buat diikutin.
Overall, aku kasih 9,5/10. Mungkin drama ini bukan masterpiece dan nggak bakal jadi romcom terbaik yang pernah aku tonton, tapi aku benar-benar menikmati setiap episodenya. Kalau ada teman yang lagi nyari drama romance yang ringan, chemistry pemeran utamanya bagus, nggak banyak konflik yang bikin emosi, dan cocok buat ditonton sambil santai, aku bakal rekomendasiin City of Romance. Buatku drama ini berhasil jadi tontonan yang bikin mood lebih baik, dan itu udah lebih dari cukup.
Was this review helpful to you?