Details

  • Last Online: 2 hours ago
  • Gender: Male
  • Location: Yogyakarta (ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠꦲꦣꦶꦤꦶꦔꦿꦠ꧀), Indonesia
  • Contribution Points: 0 LV0
  • Roles:
  • Join Date: March 28, 2021

Bai_yu Cakrawala

Yogyakarta (ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠꦲꦣꦶꦤꦶꦔꦿꦠ꧀), Indonesia
Completed
ChermChey
4 people found this review helpful
Jul 15, 2026
10 of 10 episodes seen
Completed 0
Overall 8.5
Story 7.5
Acting/Cast 9.0
Music 8.0
Rewatch Value 10
This review may contain spoilers

Tontonan yang ringan, tolong gausah dibawa serius..

Ku tonton series ini karena lagi seneng2 nya sama TutorYim. Gegara mereka jadi cameo di Love Upon a Time, aku kepoin lah series mereka kan, pas banget waktu itu episode 1 nya ChermChey udah tayang. Tontonlah, dan ternyata, wow! not bad, aku suka (banget) kalau dibandingin sama Middleman's Love atau Battle of the Writers. Oiya, sedikit ingfo, selama aku ngikutin ChermChey setiap pekan, sembari menunggu episode baru aku sambil nontonin Middleman's Love dan Battle of the Writers ya!! jadi penilaianku sudah berdasar. Hasilnya, ChermChey adalah series TutorYim yang terbaik, sejauh ini.

Standing point:
^LUCUUUU, wkwkwk full ketawa. Tingkah mereka beneran kayak ngga di-script dongg. sukak bgt actingnya natural syekalii.
^Background song disetiap Intro dan Outro. menurutku itu Fire AF as fck as F as fucek AFF. gilakk. had me dancing kayak ulet goyang di karpet alias asoyyy enak bgt coii.
^Guest role, Cameo, dan supporting character yg unik. Keng muncul dengan peran dia yang sama kayak di Khemjira! sukak bgt tapi kok perintilannya dia nggak dibawa huhuuu.
^Sinematografi nya bagusss banget. ini salah satu aspek yang ngga dipikirkan dan kurang diapresiasi sama ribuan orang di situs sampah ini. kalau Script-nyajelek yaudah lihatlah aspek mana yang bisa diapresiasi. Emang kadang2 situs ini penuh dgn org tolil bin delogok.
^NC scene yang ngga terlalu dilebih-lebihkan, at least better ini daripada yang di Battle of the Writers.
^Cultural appreciation (kuilnya cantik syekaliii).

Ruang untuk pembenahan:
- IYA YA TAU iyaaa, scriptnya. Plotnya udah bagus tapi apa ya yang bikin ini jd ada flaw nya..
- apa ya? ngga ada lagi.

apa ya, mungkin orang-orang butuh pil pereda kecenderungan terhadap demand tontonan yang over-perfect. kek- padahal kan kalian bisa nonton series ini ditengah-tengah tontonan series lain yang sekarang lagi ngetren series dengan karakter black flag/red flag. series dengan cerita yang sangat heavy, lagi ngetren kan? disaat semua series lagi berlomba-lomba buat jadi yang terpaling perfect, series ini hadir sebagai "buffer", sebagai penengah, sebagai penetralisir. Seharusnya kehadiran series seperti ChermChey bisa lebih diapresiasi lagi karena effort productionnya ngga kaleng-kaleng, yah walaupun dalam artian lain DMD ni kesannya kayak men-abandoned TutorYim, paham gak sih? Kenapa series2 nya TutorYim selalu di-handle antara kerjasama 2 agensi?. DMD ga niat nih ngurus artisnya, cuihhh.

Sekian, damai, cium, muahh (harus ku terjemahin soalnya isi review ku banyak kebencian kepada pengguna platform ini hehehe, harus dianonimkan!)

sekian salam rodok rodok (becandaa).

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Your Dear Daddy
3 people found this review helpful
Jun 27, 2026
8 of 8 episodes seen
Completed 0
Overall 6.5
Story 6.5
Acting/Cast 7.5
Music 7.0
Rewatch Value 5.5
This review may contain spoilers

Teaser Pilot nya udah dari 2024, 2026 hasilnya cuma kayak gini?

Kata-kata tak bisa mengungkapkan gimana senengnya gwejh pas tau kalau Fluke Pusit bakal punya 'Main Role' lagi selain di The Shipper 2020. Sumpah gw seneng banget pas tau dia main series ini makanya gw bela-belain ngikutin series ini dari awal episode 1, sekalian barengan sama Love Upon a Time ♡, mumpung langganan 3 bulan IQIYI gw masi jalan why not ya kan?.

Tentunya berkat Fluke, ekspektasi gwejh jadi tinggi banget sama series ini. Fluke tuh BISA acting kok, buktinya dia flawless banget pas main di The Shipper. GMMTV emang kayak taek lah, bisa-bisa nya talent semantep Fluke disia-siain ya kan? emang agensi bapuk itu.

Ngga muluk-muluk, ga perlu nonton trailer-nya dulu ga perlu baca sinopsisnya dulu gw langsung tancap gas nonton episode 1, first impression.. WOW.. gilak Fluke gacor bin yahut ajup ajup ajup mantep icikiwir cuyyy pas di NC scene nya🙈. Had me pingsan (alay) 30 menitan, sumpah gakuatt panass banget. Selain dari NC Scene nya, yang lain masi yahhh OKE lah ya, masi belum memikat minat gueh tapi at least FLUKE berhasil memikat gueh dan meyakinkan gueh untuk melanjutkan nonton seriesnya.

Episode 2 - wah menarik nih, Saitharn disuruh jadi pegawai kebun teh, buat bayar hutang. HMMMM.. pegawai doang niich? 🙈.

Episode-episode seterusnya, ni series malah ngasih peluang side plot baru yang bahkan bikin gw mikir, emang cukup ya durasinya? kek mana lah critanya drama 8 episode bisa muat untuk 3 COUPLE, 2 geih 1 lesbiola. ada 1 yang lesbi loh, a whole different genre, yang kalau kalian nonton series GL, series GL tuh kadang lebih komplex problematika yang dijunjung. Jujur, gw ga ngarep banyak yaa tapi at least tolong lah develop ceritanya yang bener gitu looooookh!

Malah disusupi penyusup kebun teh, terus siapa tuh si imut yang malah ditembak pistol, lah ini makin awur-awuran? ah au ah.. semenjak saat itu gw dah ga ngarep lebih sama series ini. udah confirm bakal jelek rating dari gw nanti. ga ada yg bisa mengubah pikiran gwa!!.

Padahal gw sempet nonton special clip 1 di Iqiyi, mereka pake sombong banget kalau mereka nggandeng producer terbaik, dll dll, tapi hasilnya kacau.. apalagi pas gw tau kalau bocoran alias Pilot dari series ini udah muncul sejak 2024. DUA RIBU DUA PULUH EMPAT! cuy?? 2 tahun untuk hasil yang mid-ass setengah 12 kek gini? untung gw ga nungguin sejak 2024,lah gimana nasibnya yang nungguin sejak lama? kecewa brutal donks.

Oiya itu backsound nya itu ituuu mulu ya? ga bisa variasi gitu? 🙄

sumpah ini buang masee jer (kalau kata upin ipin). ada sih orang yang bilang ini series bagus, which is okeyy i respect that tapi sisi apa yang bagus? apa moral/pelajaran yang bisa diambil dari sini? oh iya, character development nya Saitharn dari yang awalnya city boy playboy tekedung kedung jadi anak baik, lain dari itu? Leadership khun Sila? kureng coihh. ga terlalu ditampilin juga, karena lebih sering di-'oper' ke si Wipa pembohong handal atau ga ke sekretaris PRIA nya itu (wkwkwk Teddy kah bang?).

Dahlah sekian. I hope Fluke and his pair could get a better written series. For the sake of god i really hate series that wasted my time kayak yang ini nih.
oiya si imut chinese cute boy sama pair nya dia cocok main di series yang tema high school gituu, sabi kali Love Sick 2028 remake wkwkwk.

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Drawing Closer
3 people found this review helpful
Mar 5, 2025
Completed 0
Overall 9.5
Story 10
Acting/Cast 10
Music 9.0
Rewatch Value 9.0

TW: NANGIS! Kalau tidak siap mental, tunda dulu nontonnya

awalnya saya direkomendasikan oleh seorang teman tentang film ini, saya baca dulu sinopsis nya dan dari awal memang terdengar menarik, TAPI GA NYANGKA BISA BIKIN NANGIS KEJER NON STOP SETENGAH JAM😭

Jepang memang ga kaleng-kaleng kalau soal industri perfilm-an, semua aspek kebagusannya diembat semua. cinematography is on point! Disetiap adegan yang disuguhkan di film ini, anda pasti takjub oleh ke-aesthetic-an nya.

PLOT 10/10
Selalu ada plot twist dibalik apa yang setiap karakter alami/lakukan, yang paling bikin takjub adalah plot twist instagram post lock yang ada di akhir film (tonton dulu makanya, saya ga mau memberi spoiler). dan somehow plot nya tuh terasa rill terasa apa ya- kaya bukan dilebih lebihkan gitu. yang memang betul betul menggambarkan kondisi orang sakit yang sewaktu waktu bisa collapse ditengah jalan, sampai di rawat jalan di IGD. itu realistis banget

ACTING 10/10
Acting as if they don't act, alias bener bener sebagus itu choyyy. kaya ga acting. dan aku paling suka sama keluarga nya akito yang ga terlalu memaksakan kehendak mereka krn mereka paham apa yang dialami akito. ayahnya best dad! aku pikir pas lihat wajah ayahnya tu aku kira dia bakal somehow aga membentak kayak- "kenapa kamu bolos ekskul lukis????!" (spoiler dikit) tapi ternyata dia sangat understanding akito bgt, BEST DADD

Aspek tambahan
anda akan disuguhi beragam ilmu baru saat menonton, termasuk ilmu bidang florist dan arti dalam memilih bunga dalam keseriusan menjalani hubungan pacaran. joss bgt pokoknya.

In the end, this might be one of the best Japanese movie I've ever seen. walau belum menjelajah seluruh film-film Jepang but I can assure you, bahkan setelah nonton 1000 atau 3000 atau bahkan 1.000.000 macam genre film Jepang, anda tetap teringat dengan film ini kembali dan akan ada rasa rasa hendak rewatch hehe, saya jamin dah

NONTON YAAA, SEDIAKAN TISSUE GUYSS. TENGKYUU

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Are the Sexy Buttocks Not Good?
1 people found this review helpful
17 days ago
10 of 10 episodes seen
Completed 0
Overall 7.5
Story 7.0
Acting/Cast 8.0
Music 7.5
Rewatch Value 7.5
This review may contain spoilers

Okumi angean

Ku nonton series ini karna editan di tiktok pada mantep2 (yakk, bagian NC nya), dan ternyataa, uwaww.

Kenapa uwaw? well,,, series ini tuh kayak membuka insight baru tentang romansa kehalang age gap. Kecuali salah satunya masih dibawah umur, masyarakat kita seringkali punya stigma bahwa age gap yang besar dalam hubungan percintaan itu ga bagus, kayak misal di kami orang Jawa, ada semacam penentuan jodoh harus sesuai Primbon/ hitungan umur + jenis weton. Meskipun banyak beredar di sosmed soal ungkapan umur itu hanyalah angka, tapi biasanya kita masih tabu kalau ngeliat pasangan yang beneran besar age gap nya sampe lebih dari 10 tahun (unless you live in urbanized area), atau malah seringkali ungkapan itu disalahgunakan buat menormalisasi kelakuan bejat pedofilia which is im pissed off everytime i come accross those posts!!!!.

Nah, sama kayak first impression ku pas nonton episode 1. Kupikir si Ai-chan masih underage kan soalnya wajah dia baby face banget, ternyata he's like around early 20s fresh graduate gituuu. i was like fyuhh untunglah. Tapi memang harus diakui plot series BL Jepang itu suka ambil topik yang unik bahkan cenderung extraordinary yang diluar nalar penikmat drama mainstream, kayak topik Selingkuh/Open relationship-&/Poligami/BDSM kayak di series2 yang itu tuhh (kalau kalian suka nonton film queer jepang yang indie gitu mereka bahkan ada topik plot tentang ngocok kontol alias masturbasi, tentang jadi simpenan om2 middle-aged perut buncit eww, dll). Tapi mungkin series ini harus lebih considerate lagi tentang keputusan buat ngasih storyline utama dimana si Ai-chan di grepe2 by some creeps di kereta commuter/JR East/Tokyo Metro/dan sebagainya itu. Kek- gimana ya... karena itu tuh, percaya ga percaya, jadi PONDASI utama dari keseluruhan cerita series termasuk gimana Ai-chan ketemu Okumi. I appreciate si Okumi melindungi Ai-chan dari kejadian kekerasan seksual di kereta tadi, tapi masa iya pertemuan pertama mereka harus disitu dan begitu banget sih sikon nya?????. ga bisa lebih proper lagi apa?????!. Terus kurasa si sutradara nya kurang mempelajari tentang penanganan pertama setelah mendapat sexual abuse. Diluar sana ada puluhan ribu korban kekerasan seksual, DAN jika tidak mendapat penanganan dari ahli/psikolog, bisa bisa berhujung trauma dan mempengaruhi cara mereka menyambung hidup. Nih ya, realistisnya nih, seseorang yang mendapat kekerasan seksual banyak dari mereka jadi takut untuk mencinta. Bisa jadi si Ai-chan jadi ilfil sama Okumi (salah satu faktornya karena both pelaku KS & Okumi itu sama2 pria) dan akhirnya ga terjadi tuh kisah romansa mereka.. Terus juga.. kelakuan Okumi diawal2 episode yang ketemu di cafe itu menurutku agak creep ya, meskipun intention dia bagus. Kayak- lu sadar ga sih ntu anak orang abis di grepe dan lu malah flirting apalagi lu tuh middle-age man!! kalo gw jadi Ai-chan udah langsung resign dari cafe itu..

All the bad side ASIDE, aku suka ceritanya beneran berprogress.. yah walaupun dengan screentime timit-timit 15 menit/ep itu :'). Mereka juga membuka insight baru untuk penonton awam tentang obstacle/hadapan yang mereka hadapi dengan age gap 17 tahun itu. Bahkan kurasa mereka ni triple kill cobaan nya; same-sex, 17 tahun age gap, dan merupakan seorang ATASAN dan junior. damnnn!!. Di society yang kurang terbuka seperti Jepang, kuakui mereka berani sihh buat jadi BEDA #beranibedaitukeren. Mereka juga ngajarin aku bagaimana cara 'meminta restu' dari guardian/wali wkwkwkwk (kalau ortuku sihh, mustahil yaa,, mereka homophobic soalnya.. hiks hikss... akulah gay lonely itu). Oiya NC scene aduuuuuuuuh mantappu jiwa rasanya. kek... terlalu detail anjirr masa bokong nya Ai-chan di close-up gitu huhuu.. tapi memang montokk banget sih di yakk.. aduhaiiii *insert stiker towewew*.

Overall.... OKEE lahhh, not bad lahh, tapi kurasa aku ga akan rewatch series ini lagi sihh. Thanks for the wonderful journey dan insight yang kalian berikan

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Play Me
1 people found this review helpful
27 days ago
8 of 8 episodes seen
Completed 0
Overall 6.0
Story 6.0
Acting/Cast 7.0
Music 6.5
Rewatch Value 6.0
This review may contain spoilers

Digendong Hongseok

Jujur, kalau bukan karena Hongseok, apa "hook" dari series ini yang bisa digaungkan??.

Pakai aktor bekas idol dari mantan grup terkenal > ngasih storyline yang sangat MID > berharap dapet rating tinggi. Terlalu template. Well, at least mereka ga pakai elemen yang AI-generated.. even kalau ada pun, berarti jumlahnya sangat sedikit dan directornya pintar membalutnya sampai aku ga ngeuh kalau misal beneran ada. Miris ih jaman sekarang series bisa masuk kategori "Decent" kalau minim ditemukan AI-generated. Padahal ada banyak komposisi lain yang bisa dipertimbangkan. Salah satu drama yang menggunakan banyak elemen AI tapi masih bisa aku maafkan itu cuman The Prosecutor's Proposal, itupun mereka storyline nya sangat matang dan kita beneran terbawa ke dunia mereka. Sedangkan series Play Me?? cerita savvvmmmpaahhh!.

Outcome yang director harapkan tuh apasihhhh??? greget aku. Konflik masa lalu dari kedua MC ga terlalu di-solve dengan baik. Terus banyak side c yg mengganggu kek si hyung yg controlling bgt tu. ujung2nya dia kalah cuman karena omongan nya si MC? kalo gitu ddari awal ngapain ngehire orang yang dirancang buat menghancurkan karirnya karakter yang diperanin sama Hongseok?? yang bener aja lah, ini arahnya kemana sih??

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Jun & Jun
1 people found this review helpful
Jul 4, 2026
8 of 8 episodes seen
Completed 0
Overall 8.0
Story 9.0
Acting/Cast 8.5
Music 7.5
Rewatch Value 7.0
This review may contain spoilers

Kita punya kisah cinta SEGI EMPAT sebelum 'Secret Relationship' dan 'Peach Trap'

Got my lazy ass to write this karena pas banget nemu analogi yang cocok untuk menggambarkan serial ini. Dan untuk hari-ke... hmm kesekian aku sedang mencoba membangkitkan kebiasaan mengulas drama setelah selesai ditonton.

Akhirnya diriku selesai nonton series ini setelah merasa ragu-ragu apakah ini layak ditonton atau nggak 😭, udah sejak 2024 aku ragu mau nonton ini. Dari dulu udah nonton episode 1 tapi maju mundur antara mau lanjut nonton apa nggak hhh. Tapi berhubung beberapa hari yang lalu Pride Month resmi berakhir, dan aku belum kunjung dapat boyfriend :(. Disuatu malam yang dingin (beneran dingin loh! nyentuh 19°C di tempat gwejh, bweuhh menggigil cok), nah pas gw lagi bikin & ngebayangin fake scenario di otak, tiba-tiba kepikiran ada satu BL character di drama BL yang bener-bener tipe gwehh banget. Literal "daddyhh" vibes. Yap! Choi Jun (diperankan oleh Ki Hyunwoo). Langsung deh buruan buka GagaOOlala, eh malah nemu info kalo drama ini bakalan menghilang dari GagaOOlala (habis masa kontrak tayang kali ya), yahh sedih. Tapi mumpung masih ada jd buruan nonton ga sihh?

Gw paham kenapa banyak orang ngereview series ini dengan hasil yang jelek, bahkan ada tuh reviewer asal indo yang ngecompare ama "series sebelah" katanya😭 series sebelah tuh series ape tong? mau nanya eh akunnya udah keburu nonaktif tuh😭. Kita ulik dulu kenapa ini bisa dicap jelek sama orang-orang.

1. Story-nya kurang.. ntah kurang greget atau kurang ngepas sama runtime yang cuma 8 episode itu. Ini gw setuju sih tapi ada value lain yang nolong/menambal story yang gak lengkap ini. Yang mana, justru "value lain" itu jadi poin plus buat gw.
2. hmm apa ya? kalo dari gw pribadi sih, intro nya jelekkk. Padahal dia punya OST bagus banget enak didenger eh malah ditaroh di akhiran/outro :'''')
3. Intro yang cenderung nge-spill isi-isi adegan didalam series. Sumpah ini penyakit klasik sih, udah tau series cuma 8 episode trus per episode nya ngga sampe sejam eh malah ngespill adegan.. mana adegan GACOR di episode 3 kena spill juga tuh. siapa sih editornya?? ngajak gelud.
4. Beberapa adegan yang ngga nyambung sama adegan berikutnya, tiba-tiba kena potong aja gitu nge-expect kita bakalan ngemaklumin gitu? ya sebenarnya ga papa sih ganti adegan yang sama sekali ga ada hubungannya tapi at least buatlah transisi perpindahan adegan yang smooth gitu loh.
5. Lumayan banyak plot hole(?) menurut gw ini sih kacau ya.

hmm kalo dari gw sih, 5 poin diatas itu poin "Kacau" nya series ini. Eh tapi tapi tapi, selain daripada itu semua, gw sangat menyukai value lain yang secara tidak langsung ditawarkan oleh series ini (terkhususnya buat para Jones, para lonely, para pejuang dalam hidup tanpa support system, pasti mimpi basah pengen jadi Lee Jun).

Honorable mention = 🎶 Lucky to be Loved 🎶, sebuah lagu yang dirilis oleh Boygroup korea selatan, TWS (투어스).

*Verse 1*
🎶거울 앞에 비친 나의 모습
어딘가 좀 달라 보여, now, now, now
그게 왠지 두렵지는 않아
넌 날 다시 시작하게 하니까 🎶

terjemahan: Melihat pantulan diriku di cermin, kok rasanya ada yang beda ya ? (now, now now).
Tapi entah kenapa aku tak merasa takut
Karena kamu bikin aku merasa hidup lagi, memberikan ku kesempatan lagi.

*Pre-Chorus*
🎶여전히 서투르고 다 알지는 못해도
언제나 내 곁엔 네가 있어서 🎶

terjemahan: Walau terkadang aku masih ceroboh dan canggung, dan tak mengerti apapun.
Tapi kamu selalu ada di sampingku.

*Pre-Chorus*
🎶When I'm with you, I'm at home, 나다울 수 있는 걸
I know, I know 🎶

terjemahan "나다울 수 있는 걸" = bisa menjadi diri sendiri

*Chorus*
🎶I'm lucky to be loved by you (Be loved by)
Lucky to be loved by you (Be loved by)
Lucky to be loved by you
알잖아, feels like I'm up on the moon (Be loved by)
Lucky to be loved by you 🎶

*Post-Chorus*
🎶아직 모를 내일이 이젠 불안하지 않아
Lucky to be loved by you
너만 있어 준다면 더는 겁날 게 없어 난
Lucky to be loved by you🎶

terjemahan: Tidak tahu apa yang akan terjadi besok tak lagi membuatku cemas
Beruntung bisa dicintai olehmu
Selama kau bersamaku, tak ada yang perlu ditakuti
Beruntung bisa dicintai olehmu

Menurutku, ke-5 dasar lirik dari lagu ini udah cocok menggambarkan kehidupan Lee Jun, yang dikelilingi oleh 3 pilar pelindung dirinya (Choi Jun, Song Hyunjae, & simeon). Dari yang awalnya ia hanyalah seorang underground idol (idol kurang terkenal/idol dari agensi nugu), bagaimana pada akhirnya Lee Jun bisa beradaptasi di lingkungan korporat yang sangat rentan reputasinya tercoreng (biasanya ulah rekan kerja yang iri).

1. Sebuah "Changing Mirror"

Dalam lagu "Lucky to be Loved", TWS bernyanyi tentang mereka yang menatap cermin dan melihat bayangan yang kini tampak berbeda. Bagi Lee Jun, ini adalah metafora visual dan emosional yang sangat mendalam. Dirinya harus sepenuhnya melepaskan identitasnya sebagai idol underground, dari yang semula menatap lampu-lampu yang berkedip, kostum panggung, variety show, serta mimpi yang tak sepenuhnya terwujud, semuaa itu harus ditukar dengan dunia korporat yang kaku, lembar Excel & PPT, dan intrik kantor (ada tuh rekan kerjanya yang iri dengki sama Lee Jun, yang pada akhirnya si rekan kerja tersebut gagal/tidak lolos masa probation 3 bulan. haha mampus ga lu?) . Nah gw bisa bilang, “Perubahan lanskap masa dewasa” semacam itu, terasa menakutkan karena Lee Jun atau kita semua pasti merasa seperti kehilangan jati diri. Namun, seperti yang tersirat di lagu-nya TWS, bayangan yang berubah itu tidak menakutkan jika ada orang-orang yang tepat yang memandangmu dengan penuh kasih.

Nah, menurutku, metafora "Changing Mirror" ini sepenuhnya didapati oleh Lee Jun, paling utamanya yaitu berkat Song Hyunjae. Kenapa Hyunjae?. Hyunjae lah yang senantiasa menemani Lee Jun dalam masa tersulit-nya (seperti pas Lee Jun terpaksa harus mundur dari idol, kayaknya gegara rumor miring ya? CMIIW), Hyunjae rela meninggalkan posisi dia sebagai manajer pribadi-nya Simeon, demi melindungi Lee Jun yang pada saat itu tentunya sedang kehilangan arah.

Nggak berhenti disitu aja, pas akhirnya Hyunjae berhasil menjadi orang yang merekomendasikan Lee Jun ke HRD, Lee Jun akhirnya diterima kerja lagi. Tapi gak langsung se-instan itu dong kesenangannya. Banyak sekali pihak yang ingin menjatuhkan Lee Jun di kantor barunya itu. Yang paling membekas bagi gw, pas Hyunjae lagi menguping pembicaraan/gosip jahat yang dilontarkan oleh 3 intern lain (well, technically, si Mi-Young alias intern cewek, dia sering positive thinking dan membantah gosip-an nya si Yeong seok, tapi tetep aja dia masih sering nimbrung gosip! huh). Hyunjae nggak secara langsung "kasih paham" ke mereka-mereka yang gosip, tapi Hyunjae paham betul kalo situasi Lee Jun yang sedang diambang popularitas (karena lagi OP, lagi gacor-gacornya, dia berhasil mujuk Simeon supaya mau jadi model ambassador produk hair perfume terbaru, dan juga karena faktor lain) itu justru bak pensil tumpul yang sedang diraut/dipoles yang perlahan menjadi tajam, dan ketika udah tajam, bisa sewaktu-waktu melukai Lee Jun. Maka disini Hyunjae ngasih tahu Simeon buat jangan terlalu terlihat menonjol, karena Lee Jun bisa-bisa terluka karenamu (basically gitu lah intinya, gw parafrase-in).

Nah, honorable mention, si Choi Jun juga secara nggak langsung, cocok jadi sosok "Changing Mirror" nya Lee Jun. Dia kenal Lee Jun sejak kecil tapi terpisah lama karena dia merantau ke U.S. Nah, dimasa-masa "terpisah" nya itu, Choi Jun senantiasa memantau kabar terbarunya Lee Jun, terutama pas tau kalau Lee Jun jadi idol. Beuhh bucin parah tuh doi nontonin klip nya Lee Jun. Nah ketika Lee Jun mulai bekerja di satu company yang sama dengan Choi Jun, dia berusaha sebisa mungkin 'tuk dekat dengan Lee Jun, untuk "melanggar" batas profesionalisme yang seharusnya dipatuhi antara atasan dan bawahan, secara tak langsung agar bisa jadi "shield" bagi Lee Jun selain untuk tujuan utamanya buat jadi AYANG BEBEB-nya Lee Jun yaaww.

2. "Safety Net" Rookie dunia korporat

Lirik lagu TWS yang bunyinya, “Aku masih canggung dan belum tahu segalanya, tapi kamu selalu ada di sisiku,” perfectly menggambarkan minggu-minggu pertama Lee Jun yang kacau di kantor. Dia itu masih anak magang, murni dengan skill yang baru ia pelajari setelah bertahun-tahun menghabiskan waktunya untuk menjadi Trainee sebelum jadi idol (Trainee itu lama2 bgt lohh, masa latihannya. bisa sampe 10 tahun kayak Jihyo TWICE). Dia membuat kesalahan, kewalahan oleh labirin korporat (atasan yang nyuruh dia lakuin task-task lain padahal task-nya dia belum kelar, tapi dia gabisa nolak), dan merasa tidak mampu/"kewalahan" mengatasinya. Di dunia korporat yang kejam, anak magang yang canggung biasanya akan terinjak-injak. Namun, Lee Jun “beruntung dicintai”/Lucky to be Loved. Dia punya perisai manusia yang berupa tiga pria tampan dan berkuasa yang melindungi ketenangannya sementara dia belajar berdiri dengan kakinya sendiri (well, Simeon sih honorable mention ya, tapi dia juga berjasa banget lohh).

#1 Choi Jun, the Ultimate Romantic Anchor,
Dia ini nomor satu safety net-nya Lee Jun, dan jujur, dia berhak dapet apresiasi yang jauh lebih besar sebagai main lead! Cocok banget sama lirik lagu yang berbunyi, "when im with you im at home, bisa menjadi diri sendiri".

Sebagai teman masa kecil yang tiba-tiba muncul lagi di hidup Lee Jun sebagai Head Office Manager, (alias bos besarnya), Choi Jun adalah definisi nyata dari power privilege yang digunakan untuk jalan kebaikan. Disaat Lee Jun jadi anak magang yang kewalahan dan dijadikan "sapi perah" oleh atasan lain yang hobi nitip tugas (padahal tugas Lee Jun sendiri belum kelar), Choi Jun hadir sebagai tameng kekuasaan. Dia gak ragu pakai otoritasnya buat menegur orang-orang yang memanfaatkan kepolosan Lee Jun. Di dunia korporat yang kejam, punya bos besar yang siap pasang badan itu adalah sebuah kemewahan.

Namun, yang bikin Choi Jun dapet nilai plus-plus bukan cuma jabatan menterengnya, melainkan jaminan emosional tanpa syarat yang dia kasih. Lee Jun itu vulnerable banget; dia baru aja mengalami masa transisi yang berat setelah gagal debut jadi idol (setelah bertahun-tahun trainee yang melelahkan) dan terpaksa merangkak dari nol di lingkungan yang asing. Choi Jun paham betul rasa rapuh itu. Makanya, dia gak cuma jadi "Bos" di kantor, tapi juga jadi "rumah" tempat Lee Jun bisa melepas topeng formalitasnya. Di depan Choi Jun, Lee Jun gak perlu pura-pura kuat atau serba tahu. Dia boleh jadi dirinya sendiri yang canggung tanpa takut dihakimi atau dipecat.

Gak cuma pasif nunggu, Choi Jun ini tipe lover yang agresif dan protektif. Cara dia menandai wilayahnya di depan saingan—terutama interaksinya yang penuh ketegangan dengan Hyunjae—menunjukkan kalau dia bukan sekadar jaring pengaman yang statis. Dia adalah jangkar yang aktif menarik Lee Jun keluar dari badai rasa minder, membuat hari-hari magang Lee Jun yang abu-abu jadi jauh lebih berwarna, aman, dan penuh kepastian.

#2 Song Hyunjae, Office "Guider"
Dia ni paling nyesek sih, karena ternyata dia ada unrequited love ke Lee Jun. Disalah satu episode yang adegan Choi Jun menginterogasi Hyunjae tentang sejak kapan dia mulai suka Lee Jun, Hyunjae jawab "4 tahun... eh atau mungkin 5 tahun". 5 tahun yang berat bagi dirinya, karena disatu sisi, dia mulai suka sama Lee Jun itu ketika Lee Jun masih menjadi idol, yang mana tentunya idol tidak diperkenankan punya pacar ya. Nah lama kelamaan, setelah mejadi manajernya Lee Jun, hubungan antara dirinya dan Lee Jun meningkat jadi teman level 2, alias (kalau dalam POV Lee Jun) Hyunjae ini sunbaenim atau senior yang sangat dihormati oleh Lee Jun, dan keduanya sering membantu satu sama lain dengan syarat harus dibalas dengan kebaikan dilain kesempatan. Contohnya pas Lee Jun ngasih lap tangan baru untuk Hyunjae karena dia merasa tersentuh, karena lap tangan yang udah dia kasih ke Hyunjae bertahuntahun sebelumnya, ternyata masih disimpan dengan baik oleh Hyunjae.

#3 Simeon, menjembatani antara masa lalu dan masa kini
Sebagai sunbaenim yang udah dihormati oleh Lee Jun, Simeon yang secara tidak langsung merupakan jembatan antara masa lalu dan masa kini-nya Lee Jun, dia yang memastikan kalau Lee Jun tidak lupa sama roots nya Lee Jun yang dulunya adalah seorang idol, sekaligus dia menyemangati Lee Jun di workplace baru nya. Dia menyetujui perjanjian TTD Model-Company demi Lee Jun, yahh meskipun sebenernya kurang jelas sih, dia tuh suka sama Lee Jun atau Hyunjae sebenarnya? I feel like he was somehow in love with Hyunjae (makanya marah besar pas tahu kalau Hyunjae bakal berhenti jadi Manajer) tapi at the same time dia jealous sama bagaimana Hyunjae memperlakukan Lee Jun, bak langit dan bumi kalau dibandingkan sama how Hyunjae treats him (kalau POV nya Simeon begini ya). Padahal kalau menurut Hyunjae, Hyunjae selalu bangga dan percaya kalau semua yang Simeon kerjakan pasti berjayee (kalau kata upin ipin).

Intinya, aku suka banget sama universe cerita drama ini, kalau bisa mah aku bakal bikin fanfiction khusus universe drama ini sampe Lee Jun & Choi Jun akhirnya nikah, adopsi anak, dll. Sumpah gwejh suka bgt ama ceritanya yang asoy digeboy banget cocok sama gwejh yang jomblo seumur hidup karena takut sama society indo yang suka ngejudge pasangan sesama lelaki. Kadang, gw lelah harus pura-pura senang sama keadaan jadinya gw study hard biar bisa pindah negara, tapi berhubung situasi negara lagi taii banget, negara kacau yang isinya cuma menguntungkan buat penjilat rezim, gw jadi overwhelmed dan somehow capek kalau study hard melulu. Dunia geopolitik lagi kacau juga, banyak negara lagi musim tuh gerakan anti-imigran. Jepang salah satunya (gegara takaichi tulul), padahal gw pgn tinggal di Jepang. Yah intinya im at my lowest point of my life dan cerita drama yang lucu-lucu gini yang bikin gw bertahan dan belum bundir (amit amit semoga nggak bundir deh).

Love, peace, hug, and kiss

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Wishing upon the Shooting Stars
1 people found this review helpful
Jun 19, 2026
12 of 12 episodes seen
Completed 0
Overall 8.5
Story 8.5
Acting/Cast 9.0
Music 8.0
Rewatch Value 8.0

Pulau XINPUUUU OH pulau XINPUUU

Taiwan! apa kabar series bagus mu😃 udah beberapa tahun kebelakang series BAGUS dari Taiwan itu cuman bisa dihitung jari. terakhir aku ter uwow sama BL Taiwan itu See Your Love sama The On1y One. jujur yang Secret Lover itu awal awal bagus tapi makin ke ending makin agak red flag sih jadi ga aku masukin ke list top tier Taiwan BL. anywayy what im trynna say is, INI SERIES BAGUS BANGET COKKKKK SUMPAH COKKKK.

Yang pertama, SINEMATOGRAFI.

karena saya sangat sensitif terhadap series kurang budget, jujur series ini udah diatas ekspektasi ku sih. karena sinematografi nya itulohh, definisi NIAT banget. sampai adegan nyemplung ke dasar laut/diving pun detail banget pengambilan gambar nya. kru nya ikut nyemplung kah? sumpah mantepp banget, mata kita dimanjakan oleh keindahan pulau XINPUUUUUU. apparently, pulau Xinpu itu pulau fiksi ges wkwkwk tapi lokasi asli nya nyata, kalau ga salah sih didekat nya Kaohsiung, jadi yang setiap kali karakter di series ini nyebutin kalau mereka mau ke "main island" itu mungkin maksud nya ke Kaohsiung kali yaa, karena kota besar metropolis dan semua utility ada disana.

Yang kedua, plot.

Jujur gweh salut karena mereka berhasil men-deliver storyline yang menurutku agak susah dicerna buat para short attention span kayak aku :'). butuh beberapa kali mencerna semua hal yang berhubungan dengan make a wish terus shuuuut tbtb bintang jatuh, butuh waktu untuk memahami konsep dibalik mengapa alternate person bisa tercipta cuma karena make a wish dipesisir lautan. Tapi itu bukan kekurangan kok, aku nya aja yg tolol bin tulil tapi jujur storyline nya menurutku baru banget sihh, kayakk- fresh gitu. ada ga sih yang udah nyiptain plot begini? kalau udah pun, mungkin itu drama straight/hetero kali yaa, soalnya denger denger sih legenda atau mitos kalau kita make a wish saat bintang jatuh itu beneran ada di kultur chinese... ntah Taiwan aja atau Mainland China mungkin ada juga ntahlah, intinya ada.

Yang Ketiga, ahh angee

Karena gweh adalah gay yang masih belum come out, of course adegan "steamy" alias NC alias adegan ngewe itu jadi favoritku. sumpah disini mantep banget ahhhhhh aku jd ikutan sangekkk. sumpah ga boong literally body nya chen haowei mantep banget anjirrrr, dadddyhh vibes gituu. gwkalo ngeliat dia pas lagi bugil tuh berasa kayak, "om, mentokin omm" rawrrrr. maklum ges gw tuh gay tapi belom ada pengalaman ngewe alias gw masih virgin alias perjaka alias perawan tapi deep down dalam diri gua aslinya gua tuh binalll bangett jadi scene NC di series ini bener bener top markotopp asoyy digeboyy mujaerrr. sumpah ngeliat badan haowei bikin sange gilaa ya ampun.

Overall mantap bangettt, gweh approvedd

Read More

Was this review helpful to you?
1 day ago
8 of 8 episodes seen
Completed 0
Overall 7.0
Story 6.5
Acting/Cast 8.0
Music 7.0
Rewatch Value 6.0
This review may contain spoilers

Bayangin Angga Yunanda mainin peran Asamiya, tayang di Vision+, RCTI, dsb..

Hmm afh yh..

GIMANA YAAA.. Hmm.. Bagus sih bagus, dibandingkan sama kualitas series-series keluaran terbaru nya GMMTV tahun ini yang kesannya kayak mereka lagi kejar setoran (baca: series murahan), series ini tuh jauh lebih bagus guss gus. Dia keep it simple, budget ok, acting ok, storyline yang beneran berkembang, character development (?), dan lain-lain intinya segala basic yang biasa aku pengen dapati dalam sebuah series tuh ada. Tapi gatau kenapa, ni series jadi kurang stand out anjaii,.. kek.. kurang menonjol gituu daripada series Jepang BL yang udah-udah. Gatau ya mungkin ini cuman aku doang tapi sebenernya aku ngerasa.. komponen dan elemen yang dimiliki sama series ini udah sering kita temui di series BL Jepang keluaran tahun-tahun sebelumnya.
^ MC yang insecure dan pendiam tiba-tiba disukai sama cowok populer? adaa banyak, School Trip salah satunya.
^ MC yang punya trauma akibat *pernah* jadi korban pembullyan? udah ada.
^ MC dan cowok yang nyukain dia jadian (+ cipokan/ciuman) di tempat hiburan/rekreasi? adaa banyakk.
^ Latar cerita berupa anak SMA dan tempat duduknya di pojokan belakang dekat jendela? beuhh ini mah udah kayak starter pack anjir saking banyaknya.
^ Side Plot tentang pertunjukan/ekspo/pameran kebudayaan? udah ada bjir lah School Trip juga ada ga siiih beginian?.
^ si Cowok yang suka sama si MC udah gumoh sama orang-orang disekitarnya yang naksir sama dia cuman gegara tampang menawan-nya dia doang? lah ini mah kisahnya si Watarai bjir
^ si Cowok yang naksir MC karena personality-nya si MC yang "tiada dua-nya" dan engga memandang dirinya sebagai seseorang yang hidupnya terkesan "Mudah" berkat Pretty Privillage yang dia punya? lah ini juga kisahnya Watarai.
^ Salah satu Cast/Pemeran dari series ini dan di series School Trip merupakan member DXTEEN? Ya, si Ken dan Ayuta itu lah.
Apalagi ya.. banyak kok hal hal yang kurasa mirip sama series jepang lainnya, yang bikin aku ngerasa series ini kurang spesial.
Di era dimana semua perusahaan produksi BL berlomba-lomba ngasih storyline unik dan out of the box, series ini memilih buat jadi yang paling Cliché. Which is ngga buruk sebenernya sih, tapi series ini Pacing-nya ngga merata yang bikin kadang aku bosen sampe ngantuk.

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Knot
0 people found this review helpful
8 days ago
12 of 12 episodes seen
Completed 0
Overall 3.0
Story 1.0
Acting/Cast 3.5
Music 5.0
Rewatch Value 1.0
This review may contain spoilers

Sangnuea&Naphitch Engga jadi apa-apa?? cukimai se!

Kayaknya hampir semua orang setuju kalo series ini jadi salah satu series yang paling ditunggu-tunggu penayangannya, apalagi dia dulu Pilot nya dirilis setelah/berbarengan sama hype-nya drama ABO Desire. Tapi apakah yang di-excited-kan itu selalu berujung kepuasan?. Jujur sebagai orang yang enggak berkecimpung di fandom omegaverse dan gw dulu agak susah keep-up sama ABO Desire, gw salut sama diri gw sendiri yang sanggup ngikutin episode baru per-minggu nya. Salut karena nggak keburu gw masukin ke list 'Dropped' gw.

Gimana yaaa, menurut gw series ini nggak sanggup memenuhi janji-janji premise-nya. Apalah arti julukan Omegaverse pertama di Thai BL kalau eksekusi nya jelek gini? Mending gw nonton series 'Unforgotten Night' yang sama-sama jeleknya but at least their storyline punya tujuan, sedangkan series ini kayak... apalah.. kayak rujak.

Too much dialog ga guna, dialog yang ntah apa output yang dimau. Pastilah banyak yang bosen pas nontonnya. Gw aja sampe split screen sambil nonton series lain, dan anehnya gw ngga ketinggalan apa-apa meskipun fokus gw kebagi 2. Terus itu gimana sih si Phatsa bener-bener sama sekali ga tau kalau didunia nya dia ada gender kedua(Alpha, Beta, Omega)??. Dia seumur hidup sampe dia umur 20an itu, ga pernah sama sekali denger ttg secondary gender??. Okelah fair kalau dia nyalahin bapaknya, karena mau gimanapun itu keluarga adalah ruang edukasi utama selain sekolah. Tapi ngomongin soal sekolah, emang pas dia sekolah dia kaga diajarin kah?? dia home school kah? tapi katanya dia freshgraduate (klaim nya dia pas dia ngelamar kerja ke Nakhun), emang di kuliahan ngga pernah ketemu atau punya temen Beta kek Omega kek?. Terus gw asumsikan dia sering nongkrong di cafe nya Ongsa jauh sebelum dia ketemu Nakhun, emang si Ongsa ga pernah cerita tentang hidup dia sebagai seorang Beta? Apakah si Ongsa se tone deaf itu sampe dia ga mau tahu menahu if Phatsa knew about secondary gender? ya kali mereka temenan deket literally "konco kentel" bahkan sampe mereka ngeklaim kl mereka adik-kaka itu, ga pernah ngobrolin tentang gender kedua? kek?? helloww??. Ya, okelah kalau tujuan Phatsa dibuat se-clueless itu tentang secondary gender adalah sekalian untuk kita, para penonton, biar tahu segala tetek bengek tentang Omegaverse, tapi ya ngga setolol ini dong yah *emot mata judes*

Gw awalnya udah mau ngedrop series ini sampe akhirnya Naphitch ketemu Sangnuea. Beuhh disitu gw langsung emot Towewew. Chemistry mereka ni mantep bgt wokk, ngalah-ngalahin chemistry CP utama. Kek- paham ga sii Sangnuea yang dasarnya Centil ketemu Naphitch si Pembangkang keluarga dan *vibes* bad boy tu, beuhh udah macam cerita wattpad bah. Akhirnya apa? ya gw lanjutin nontonlah!. Gw bela belain nonton sumber BOREDOM ini karena gw penasaran sama kisahnya Sangnuea&Naphitch kedepannya gimana. Eh ternyata... cukimai! 屌你老母!.

Au ah ga mood ngelanjutin review, ngantuk juga soalny semalem gw begadang. Aku nak pigi tido

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Unforgotten Night
0 people found this review helpful
12 days ago
12 of 12 episodes seen
Completed 0
Overall 4.5
Story 5.5
Acting/Cast 6.0
Music 2.0
Rewatch Value 2.5
This review may contain spoilers

Mubazir-in potensi nya si Ton

Gw jujur aje ye, gw nonton ni series cuma demi si Ton doang... kalau dia ga main disini mungkin series ini uda jauh lebih terlupakan (terbukti dari recent comment yg sdkit)

First of all, gw kecewa banget series ini banyak nge cut scene2 yang sebenarnya masuk di credit/outro nya. Terus ternyata dia di re-upload di IQIYI?? dan kata commenter yg terbaru di IQIYI, dia bilang banyak scene yg dibuang yg beda sama pas dia tonton waktu era prime time nya dulu.. GILAKK sih. i feel ROBBED cok jancokkkkk. Dan kayaknya itu bener deh, soalnya IQIYI masukin series ini ke kategori rilisan tahun 2023 padahal series ini dirilis di tahun 2022. ya kali jaraknya jauh bener sm pas masuk di IQIYI?? katanya series ini dulu viral karena dianggep mau nyaingin KinnPorsche? ya berarti bener dong series ini aslinya dirilis tahun 2022...

Honorable mention: adegan bodyguard ngewong bertiga. DEYMNNN DIS WAN IS GUD BROKKK. beneran gw horny parah ngeliat scene itu, jauh lebih hot daripada adengan ngewong nya si Kim sama siapa tuh namanya hmm sapa sii oh Kamol ya?. Kalo bukan karena gw td nontonnya pas siang bolong, pasti gw udah kocok2 kelamin tuh soalnya i got aroused so badd bruh.

Flaw utama:
1. Cara si Kamol cinlok ke Kim tuh, kurang natural. kayaknya ini masalah editing sih. gw bingung sbnrnya si Kamol suka sm Kim sejak kapan? masa dia cuman sekali tatap doang langsung demen? tp gw inget dia pernah eye contact sama si Kim dari jarak jauh gitu,, kalau yg bikin dia buat first move ke Kim kan pas Kim mau masuk toilet itu kan.. nah gw inget Kamol pernah eye contact sama Kim tp posisinya dia ada di bar bagian lantai 2 nya gituh seingetku ya. Jadi dia sebenernya udh suka Kim sejak eye contact itu? trs dia gercep bgt wokk pas ngeliat Kim masuk toilet lgsng dikejar as if the world ends secepatnya awokawok.

2. si Kim ngeklaim dia ngga mabok, padahal dia ke toilet abis minum cocktail.. hmm okelah percaya dah. tp kemudian kenapa dia nanya ke kamol, the first thing kek literally baru ketemu kamol, dia nanya "boleh ga gw minta tolong elu buat gw lupain si Day?" kek.. ga basa basi sedikit kek minimal nanya "eh tong lu ngapain cok" ya walaupun dia udh nanya sih "kenapa lungeliatin gw?" sambil liat pantulan cermin. au ah intinya his dialogue is something that a drunk person would say.

3. penggunaan BGM yang ngga pas sama momen2 tertentu. lagi bahagia kok BGM nya kek lg ngajak tawuran.

4. Ton Saran Anantasetthakul bebebkuu cintakuu my honeybee lovely sweety celebrity crush kuu yg imut dan cekep dan pgn gw pelihara dia saking imutnya dia, sorry to say tapi acting nangis kamu di awal-awal episode kayak kureng bgtt :((. kayak agak dipaksain gitu.. padahal dia di Y-Destiny pas dia nangis ngga gitu loh.. tapi untungnya di episode akhiran dia nangis nya mulai natural lagi.

5. gajelas sebenernya si Kim udh mulai suka Kamol sejak kapan? soalnya sampai sebelum ep 6(atau 8/9, soalnya di ep 7 dia ngambek parah sampe minggat awoawokawok) dia tuh kek ngajak tawuran mulu njir tiap kali face to face sm kamol. trs sering bgt si Kim salting setelah dia misuhin si kamol yg jarak waktunya kek cuman 0,000000001 detik alias kek ga natural bgt brokk. kek disuruh dipaksa salting.

6. storyline nya si Day & Kim kurang tereksplor lebih dalam. kayak- emg lu ga penasaran apa gmn ceritanya si Day akhirnya lebih milih Itt?? alesan nya si Kim dicampakkan tuh kenapa angjayy pdhl Kim kan ingmyutt ekekekek. terus pas Day nge confront Kim di toilet bar di awal episod tu, Kim kan ngamuk ya terus dia nyumpahin si Day lgsng dia keluar dr toilet dgn gestur org marah kek mau banting pintu kan, nah trs pertanyaan gw, kenapa si Day masih concern sama Kim? kenapa dia kayak mau ngejar gitu? masih peduli kah bang? ini nih tanda tanda cowo bingung.

7. kalo kelen mikir mereka tuh cuman deket aja tapi si Kim nya kege'eran, well, ini salah writingnya jugak sih. Nih ya di eps 1 atau 2 gitu yg si Kim cerita ke temen kerja nya dia yg cewe itu, dia bilangnya "ONE SIDED LOVE", dia bilang dia ga bisa dianggep dicampakkan juga sih lawong yg cinta cuman 1 org kan. nah trs kita fast forward ke ep 11, pas si Danil men-expose masa lalunya si Kim ke Kamol, kamol ngamuk kan nah trs di ep 12 ada adegan flashback pas Day di interogasi sama Kamol, Day MENGAKU kalau mereka (Kim & Day) emang beneran pernah menjalin hubungan. Loh???? jadi sebenrnya mereka dulu beneran PERNAH ber-PACARAN, atau cuman Kim naksir Day tapi Day suka Itt?. ini kacau loh sampe bisa ada writing mistake gini. minimal dikasih dong adegan flashback masa lalu nya Kim & Day teh kumaha atuh naneun jeongmal penasaran loh.

8. masih belum habiss habisnya gw kulitin story-flaws nya Kim&Day. nih ya yg pas Kim nginep dirumahnya Day&Itt yang pertama itu (yg bukan pas ada si keponakan itu) (yang pas episod 2 atau 3 gitu yg si Kim lg sembunyi dari Kim soalnya dia masih takut sama Kim trs tiba2 si Kim dateng ke rumahnya Day&Itt tp dia alesan cuma mau ketemu karyawan nya dia aja) itutuh Day berulang kali nanya ke Itt, "eh beb lu gapapa beneran kah si Kim kesini?" "kamu masih overthinking antara aku sama dia ya beb?" nah dia tuh nanya overthinking loh, seolah-olah dia kayak.. sedang menutupi sesuatu..
NAH belum selesai sampai disitu aja, ada banyak bgt adegan si Day kayak sengaja ngalihin fokus nya si Itt biar ga terlalu nanya2 Kim ttg topik yg lebih jauh. kayak.. something is telling me kalau dia tuh masih gamon sama Kim.. tp aku ga bisa ngasih spesifik adegan yg mana soalnya aku nonton sambil split-screen nonton series lain pas di antara ep 6-7-8 jd ada kemungkinan aku ketinggalan banyak hal soalnya fokusku kebagi dua (krn aku bosen bgt sama plot series ini).

9. Jujur ini series secara garis besar sama aja kayak Me &Thee, apalagi adegan yg Kim ngamuk ke Kamol karena dia nembak orang atau ngebentak bawahannya, itutuh sama kayak Peach ngasih tau Thee gimana manner yg bener dan bla bla bla. intinya both si Kim sama Peach sama sama shock dengan kehidupan seorang mafia which is Kamol sama Thee. tapi kenapa gw enjoy nonton Me & Thee tp aku bosen parah sama series ini?? hmmm

udahlah gabisa ngomong banyak jugak, lawong banyak adegan yg di cut dr series -__- SEBELLL BGT NGENTOTTT

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Payback
0 people found this review helpful
29 days ago
10 of 10 episodes seen
Completed 0
Overall 9.5
Story 9.5
Acting/Cast 10
Music 9.0
Rewatch Value 10
This review may contain spoilers

Series Flagship terbaik bulan Juli

Jujur ini melebihi ekspektasi, sih. Sebagai orang yang enggak baca manhwa, ini series ngehook diriku lebih dari "sepupu"-nya ('RESET'). Bayangin, gegara Payback, aku jadi ngelanjutin nonton Reset yang udah ga ku anggep berbulan-bulan. For context, aku udah mulai nonton RESET sejak awal tahun, aku nonton demi si Pond Ponlawit yang sebelumnya aku demen banget acting dia di series 180 Degree Longitude Passes Through Us, kan. Eh tapi half way nonton, aku ngerasa bosennn banget, soalnya storynya stuck disitu aja, repeat in cycle gitu rasanya (mana si Armin berkali-kali bikin aku second hand embarrassment lagi, makin males nonton jadinya). Tapi setelah aku nonton Payback, dan udah sampe di penghujung series (episode 8-9), ku ngerasa kayak- DUH, gamau cepet-cepet bye-bye sama series mantep ini huhu :(. Makanya I sacrificed waktu gw yang berharga itu buat paksain nonton si RESET lagi, yakk aneh yakk.

Kenapa kubilang ini series Sepupu an sama RESET?

- Tema utamanya sama-sama tentang Balas Dendam/Revenge. Sama-sama pengen balas dendam terhadap orang terdekat dari kedua MC di dua series cuman bedanya kalau di Payback, si Sun cuman pengen balas dendam ke Sunny/Bank, kalau Armin lebih ke pengen bales dendam ke semua aktor di industri yang "keliatannya" punya niat jahat ke dia (ada aktor yang akhirnya damai sama Armin diakhir series, ada juga yang dapet balasan setimpal. Lebih general sih).

- Sama-sama berlatar tentang dunia industri entertainment
- Baik Sun maupun Armin sama-sama punya "backing-an" wkwk (director Arthur vs Khun Tada)
- Sama-sama berkonsep mini multiverse. Multiverse yang kumaksud itu yang kayak di series C-BL Deep in the Act. Multiverse dalam artian kita nonton 1 series tapi disajikan 2 jenis plot UTUH digambarkan oleh 2 universe yang berbeda. Cuman bedanya kalau si Deep in itu lebih detail, kalau Payback & RESET, cuman cimit-cimit aja, ngga menyeluruh punya secondary storyline, hence i called it "MINI-Multiverse).

^ di Payback, kita disajikan plot sampingan dari peran drama pertama yang Sun dapatkan setelah beberapa bulan jadi Trainee di Dream ent. , yang Iconic itu scene Sun jatuh dari gedung setelah berkutat dengan pikiran si karakter yang Sun peranin.

^ di RESET, sebenarnya ada beberapa plot sampingan yang Armin peranin tapi yang iconic itu yang dia tiba-tiba ditembak karena ada tukang wardrobe yg sengaja nukar senjata properti ke senjata beneran.

- dan masi banyaaaak lagii.

nevertheless, meski memang series ini banyak kekurangan dan ada aspek yang penonton "spesial" tidak suka, tapi eksekusi nya baguss banget. Something that RESET masih kurang sanggup memeuhi aspek ini. Payback berhasil bikin minat penonton penasaran apa yg bakal terjadi di episode berikutnya, jadi kita rasanya pgn nonton terus, beda sama RESET yang bikin ngantuk.

sekian

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Deep In
0 people found this review helpful
Aug 17, 2026
12 of 12 episodes seen
Completed 0
Overall 10
Story 10
Acting/Cast 10
Music 10
Rewatch Value 10
This review may contain spoilers

AJIGILEUYYYY

Engga muluk-muluk, kuakui aku nonton series ini karena Ollie. Sebagai penonton Boys Planet (season 1 yah! bukan season 2 yang debut malah yg misogynist itu), aku bangga banget pas tau Ollie debut di drama. masuk ke list kontestan Boysplanet yang debut di genre BL. yassss goo kyliee goooo~

Ollie and me are basically around the same age tapi aku kagok banget wokk sama transformasi dirinya. kek- dia dulu ingmyuttt bgtzz skrg jd menggagahi shuyuan hehehehe. Tapi kemarin pas di Weibo Gala di Thailand, pas dia nyanyi, suara dia masih suara yang imutt itu wokk, berasa nostalgia Boysplanet aku :D

okayyy but what if kalian yang mau nonton ini, bukan karena Ollie? apa daya tariknya?.

1. Trailer dan hook.

zuzur aku ngga nonton trailer-nya sih, karena begitu tau Ollie is in it terus waktu itu udah masuk GagaOOlala eps 1 nya, langsung cascus nonton wokk. gileee first impression nya... BAGUSS bangett. BUDGET nya itu wokk, keliatan banget HIGH BUDGET. sangat NIAT. dan MINIM AI atau bahkan nyaris TIDAK ADA elemen AI-generated!!! Kalaupun ternyata ada elemen AI-nya, ku apresiasi sih editornya karena aku ngga notice samsek. Pemandangan aja, mereka shoot kota asli loh wokk, nih ya ada mango city, banana (?) city (jujur agak lupa namanya tapi intinya nama buah-buahan deh kalau ga salah), itu semua based on kota asli/sebenar/nyata/rill.
-----------------awal cerita : berlatar si Shanghai. kedua pemeran utama sama-sama warga kota fiksional yang sebenarnya itu adalah Shanghai.
----------------- awal pertemuan official mereka (bukan yang pas dia jadi karakter pelengkap) : Guangzhou
----------------- cerita yang diangkat sama film yang mereka bintangi : Hong Kong

2. Cerita didalam cerita

zuzur aku sendiri lebih hooked sama cerita nya Feng chi, daripada cerita sebenar. Konsep kayak gini jujur aku baru nonton sih, menurutku ini bener bener menarik banget. dan ternyata konsep kayak gini udah pernah dipakai di My Stubborn?? aku belum nonton My Stubborn sih might as well watch it later.

3. Intimacy dan Chemistry yang Tumpah-Tumpah

Gileee, bagian ini jujur aku kagum banget sih wokk. Intimacy di drama ini tuh bukan yang sekadar jualan *kissing scene* visual doang, tapi TENSION-nya itu loh... kerasa banget menembus layar HP/laptop! Mana ada plot mereka disuruh cohabitation (tinggal bareng) 15 hari di hotel demi ngebangun chemistry karakter kan? Nah, di situ adegan skinship sama tatap-tatapan mata pas lagi bedah naskah bener-bener bikin deg-degan parah!

Perubahan dinamika dari pas mereka lagi latihan peran (karakter Fang Chi & Gao Zhun) sampai akhirnya batas antara akting dan perasaan rill mereka makin kabur tuh dapet banget. Ollie yang padahal aslinya ingmyuttt, pas lagi adegan intimate sama Shu Yuan tuh kelihatan mature dan dominan banget wokk! Intimacy-nya berasa natural, sensual, tapi tetep estetik karena dibungkus sinematografi yang mahal itu tadi.

Overall

Buat kalian yang nyari BL produksi NIAT dengan sinematografi kelas atas, akting yang ga kaku, plus konsep "story within a story" yang unik, *Deep in the Act* ini fix wajib bgt masuk watchlist kalian sih. Ga cuma jual visual pemainnya doang, tapi dari segi eksekusi cerita dan kualitas produksinya bener-bener niat bgtzz!

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Red Balloon
0 people found this review helpful
Aug 16, 2026
8 of 8 episodes seen
Completed 0
Overall 7.0
Story 7.0
Acting/Cast 8.0
Music 7.5
Rewatch Value 5.0

Yagitu aja

Saya setuju sama salah satu ulasan berbahasa Indonesia lain yang bilang kalau series ini banyak kemiripannya dengan Your Name Engraved Herein. couldn't agree more. but gatau kenapa YNEH lebih ngena daripada ini..

Yang bikin aku kagum, series ini dibintangi oleh Edward Chen, aktor yang sama yang memerankan Ahan di YNEH. Confirm dia bukan cuma membintangi BL demi duit, i could consider him as an ally.
Terus, series ini rilisan tahun 2017, sangat berani membawa topik realita kehidupan queers didunia yang begitu kejam. Ditahun segitu, industri BL Thailand sedang dalam fase "queer-milking" alias asal rekrut aktor asal bikin drama tanpa menyadari cerita2 yg diangkat lebih berasa "fetishizing", sebagaimana citra sekelompok fujoshi pada umumnya. Tentu ada pengecualian terhadap series tertentu tapi skandal aktor 2Moons bikin aku sadar, even di negara dengan public acceptance yang tinggi terhadap LGBTQ people seperti di Thailand saja masih banyak modelan orang sampah queerbaiters kek gitu.
Lalu kemudian aku suka banget sama OST opening nya drama ini, bener-bener sekali dengar langsung nempel dikepala.

What's the catch?
too much pecel storyline mashing up all the components sampe aku lupa tujuan utamanya buat nonton apa..
oiya ini highschool-love reuni propaganda

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
The Prosecutor's Proposal
0 people found this review helpful
Aug 12, 2026
10 of 10 episodes seen
Completed 0
Overall 9.5
Story 10
Acting/Cast 10
Music 7.5
Rewatch Value 8.5
This review may contain spoilers

don't judge by its AI (istilah baru)

Ga nyangka bulan juli udah berlalu gitu aja, disaat aku lagi ada dititik terendah dalam hidupku, series ini hadir bak malaikat pengantar cahaya (hiperbola///plz ngertiin maksudnya).
Series ini hadir mengguncang dunia berbarengan dengan Deep In dan Payback, although aku baru nonton Payback baru-baru ini sih but u got my point lah.. 3 negara dengan masing-masing series mahadasyat mengguncang planet kelper hhhh.

Poin yang lemah, bisa dimaafkan berkat faktor lain

salah satu pertimbangan untuk men-turn down series ini adalah elemen-elemen berbasis AI yang dipakai. dari awal denger soundtrack nya aja aku langsung tau kalo itu lagu AI. kek wtf broo pdhl OST serial besutan Studio Oak yang sebelumnya gaada yg pakai AI loh (setauku), itu OST nya Thundercloud Rainstorm tuh contohnya, bagus banget melodinya. Ini udahmah AI, liriknya kaga nyambung, melodi nya mirip lagu2 sampah gen 4-gen 5 kpop, bener bener feel generic and robotic nya kerasa bvvvanget. duh!.

kalau kalian perhatikan dengan seksama, itu foto-foto korban yang dibunuh sama Oh Jahyeon, itu semua AI-generated. HMMMMMMMMMH....

Tapi itu semua hmm.. kayak... bisa dicover dengan baik melalui storytelling, acting, suspense, dan sedikit drama cincong percintaan senior-junior itu (as well as adegan "panas"nya). aku yang tadinya seorang anti-AI seolah-olah seperti terhipnotis dan kayak sedikit di brainwash into thinking that "okay mungkin ada sisi bagusnya"... gatau ah intinya complicated nan rumit kalau bahas tentang AI. FYI aja korsel itu salah satu negara dengan tingkat implementasi AI disemua sektor dalam kehidupan warganya, yang tertinggi didunia. kalau kalian nyemplung ke youtube region korea, bakal nemu banyak konten AI SLOPPP dari koriyah. makanya ga heran kan sampe ada kasus AI deepfake tuh, itukan juga bermula dari korea kan. eww kupikir2 korea ni distopia banget, ga beda jauh sama sodara mereka di utara. bedanya yang satu 1984 dystopia yang satu 2077 dystopia.

okeh back to the point, yang bikin aku stay nonton adalah kasus-kasus kriminal yang dikemas dengan suspense yang bener-bener vibes drama detektif. not so funfact but aku emang agak ada interest terhadap detektif, salah satu drama detektif terbaik yang pernah aku tonton, My Roommate is a Detective (2020), ada bromance nya pula. Dan sekarang disuguhin drama detektif tapi beneran BL kek uwaw mindblowing (meskipun memang sebelum The Prosecutor's Proposal, udah banyak drama BL bertema detektif, tapi series buatan Studio Oak ini bener bener ngasih feeling tersendiri gitu, kayak.. apa ya.. pelet kali). another kutipan appreciation drama detektif lainnya, Silent Truth (2026), meskipun straight tapi gatau suka aja gitu.

oiya NC nya mangtaffff kaliii cokkkkk literally had me shockkkkk keselek dildoo

Read More

Was this review helpful to you?
Completed
Love of Silom (Uncut Ver.)
0 people found this review helpful
Jul 21, 2026
12 of 12 episodes seen
Completed 0
Overall 4.5
Story 4.5
Acting/Cast 5.0
Music 6.0
Rewatch Value 1.0

Mama Gogo versi BL

sekian lama ngga nonton seriesnya si Up, terakhir nonton dia di Lovely Writer jaman² on-air dulu. Jujur sedih uda ga sama Kao tapi apapun itu yang penting dia happy sama partner dia yang sekarang.

HMMMM partner dia yang sekarang... suka menyinggung SARA yah :'). kasus blackfishing rasis kemarin belum di-address yah?. Dia pikir penonton BL Thailand cuma di Thailand doang apa ya? padahal udah mendunia loh industri BL Thailand. Iya gw tau itu karakter mitologi Thailand tapi bisa loh cuma pakai rambut palsu nya aja gausa se-warna kulit dipadanin. di Malaysia juga ada karakter legenda masyarakat yang selalu digambarkan punya wajah gelap, tapi kalau udah diangkat ke cerita layar lebar biasanya ya pakai warna kulit senormal nya orang Malaysia aja. Kenapa Poom se-tone deaf itu ya?.

intinya gw udah mulai nonton series ini jauh sebelum kasus nya Poom mencuat ya warga! gw baru selesai nonton full sampe episode 12 sekarang krn baru mood nonton aja, itupun karna BL yang gw tungguin tayangnya masih hari Rabu, Kamis, Jum'at. Gw nonton ini cuman sebagai pembunuh rasa bosan aja (selama nonton, muak bgt ngeliat muka Poom zuzurly).

Jujur ini series bagusnya cuma diawal-awal sampe sebelum episode 8 aja, setelah itu went downhill ampe ke lobang tai fir'aun, alias apaan banget.

gatau, rasanya hambar gitu aja pas Krit & Wayu balikan di ep 12, hambaaaaaar banget. Tau ga meme yang foto ayam rebus tanpa bumbu + nasi lembek itu? Ya, begitulah rasanya nonton episode 11-12 . Kayak- engga berasa menggebu-gebu kayak diawal² mereka PDKT. either ini masalah writing (scriptwriter yang tanggung jawab) atau masalagh acting (producer nya ngasih workshop yang proper ga sih?) .

Oiya P'Krit kurang gimana yah.. acting jadi Phukong. Kurang fierce looking menurutku. Padahal Up di Lovely Writer acting dia bagus lohh, kenapa ya kayak downgrade gitu?. Gw yakin ini scriptwriter nya sih yang bikin dia begini. Kurang tegang gitu loh dia padahal dia kan tugasnya menangani dalang dari perdagangan manusia, kurang built-up tense. Wayu on other hand lumayan lah acting dia, versatile banget mau mode Mama Gogo (Moonlit) bisa mau mode nyamar bisa, apa aja bisa.

Oiya ini plek ketiplek propaganda kepolisian Thailan hahahahaha😂. banyak yg ga sesuai realita, yah namanya fiction bebas² aja sih tapi kalau kelewat uwow malah beneran berasa kayak propaganda. jingjing leww!

Read More

Was this review helpful to you?