This review may contain spoilers
salah satu BL korea dengan sinematografi terbaik
first of all maaf banget review saya telatt, melampaui masa tayang series ini. JUJURR saya nyesel banget kenapa ga nonton dari dulu yaww?
udah dari lama aku tau salah satu main lead nya karena aku udau nonton series nya dia yg dulu, "You Make Me Dance", disitu dia akting jadi om-om suka sama anak kuliahan dan menurutku akting nya agak kurengg, tapi disini dia udah improve bangett, serasa ngikutin perkembangan skill akting beliau🤩.
Yang pertama yang harus kalian ketahui sebelum menonton series ini adalah, ini tuh background story dari side couple/pasangan ke 2 di series "Unintentional Love Story", jadi make sure kalian nonton series itu dulu sebelum series ini. Tapi tidak menutup kemungkinan sih kalau kalian mau start dari sini, karena disini basically cerita mereka masa sekolah, bagaimana si Donghee menghadapi trauma fisik dan homophobia yang secara blatant didapati oleh Ayahnya sendiri, dan bagaimana Hotae men-discover dan menerima jati diri dia kalau dia sebenarnya suka Donghee cuman dia gatau gimana cara ngungkapinnya.
Nah, di series Unintentional Love Story disitu Hotae dan Donghee sudah masuk masa dewasa, nah kemudian barulah kisah cinta mereka ter-develop di series ULS (sorry saya singkat).
kalian juga harus berwawasan detektif, karena series ini banyak kasih clue yang sebenernya jadi inti story mereka tapi tidak ditampilkan secara blak blak an, contoh; kekerasan yang dilakukan Ayah Donghee terhadap Donghee hanya karena Donghee come out/menyatakan sexuality dia ke ortu dia. JUJURRR ngena banget, aku sendiri hidup di lingkungan keluarga religious dan tentu tidak menerima jika anaknya gay (akulah si gay masih in the closet itu), nonton ini tuh berasa kayak, 'ohh ternyata begini loh bayangan jika aku come out', t'ernyata begini loh cara survive setelah didepak dari KK cuma karena suka Lanang', dll. Jadi refleksi ke diri sendiri sekaligus inspirasi untuk jadi rebel kid.
last but not least, CINEMATOGRAPHY. bruhh sumpah epik banget series ini tuhh, bener bener indah banget. berhasil men-capture keindahan hometown nya Hotae dan Donghee yang berbukit itu. Bahkan ditonton di ponsel keluaran 2024 yang tidak se-sharp kualitas layar iphone pun masih indahh.
i freakin' love this series mann, i wish it was not this shortt. kudos to the sutradara, para tim dan kru dan aktor aktor tercinta kitaa
udah dari lama aku tau salah satu main lead nya karena aku udau nonton series nya dia yg dulu, "You Make Me Dance", disitu dia akting jadi om-om suka sama anak kuliahan dan menurutku akting nya agak kurengg, tapi disini dia udah improve bangett, serasa ngikutin perkembangan skill akting beliau🤩.
Yang pertama yang harus kalian ketahui sebelum menonton series ini adalah, ini tuh background story dari side couple/pasangan ke 2 di series "Unintentional Love Story", jadi make sure kalian nonton series itu dulu sebelum series ini. Tapi tidak menutup kemungkinan sih kalau kalian mau start dari sini, karena disini basically cerita mereka masa sekolah, bagaimana si Donghee menghadapi trauma fisik dan homophobia yang secara blatant didapati oleh Ayahnya sendiri, dan bagaimana Hotae men-discover dan menerima jati diri dia kalau dia sebenarnya suka Donghee cuman dia gatau gimana cara ngungkapinnya.
Nah, di series Unintentional Love Story disitu Hotae dan Donghee sudah masuk masa dewasa, nah kemudian barulah kisah cinta mereka ter-develop di series ULS (sorry saya singkat).
kalian juga harus berwawasan detektif, karena series ini banyak kasih clue yang sebenernya jadi inti story mereka tapi tidak ditampilkan secara blak blak an, contoh; kekerasan yang dilakukan Ayah Donghee terhadap Donghee hanya karena Donghee come out/menyatakan sexuality dia ke ortu dia. JUJURRR ngena banget, aku sendiri hidup di lingkungan keluarga religious dan tentu tidak menerima jika anaknya gay (akulah si gay masih in the closet itu), nonton ini tuh berasa kayak, 'ohh ternyata begini loh bayangan jika aku come out', t'ernyata begini loh cara survive setelah didepak dari KK cuma karena suka Lanang', dll. Jadi refleksi ke diri sendiri sekaligus inspirasi untuk jadi rebel kid.
last but not least, CINEMATOGRAPHY. bruhh sumpah epik banget series ini tuhh, bener bener indah banget. berhasil men-capture keindahan hometown nya Hotae dan Donghee yang berbukit itu. Bahkan ditonton di ponsel keluaran 2024 yang tidak se-sharp kualitas layar iphone pun masih indahh.
i freakin' love this series mann, i wish it was not this shortt. kudos to the sutradara, para tim dan kru dan aktor aktor tercinta kitaa
Was this review helpful to you?


