This review may contain spoilers
Tontonan yang ringan, tolong gausah dibawa serius..
Ku tonton series ini karena lagi seneng2 nya sama TutorYim. Gegara mereka jadi cameo di Love Upon a Time, aku kepoin lah series mereka kan, pas banget waktu itu episode 1 nya ChermChey udah tayang. Tontonlah, dan ternyata, wow! not bad, aku suka (banget) kalau dibandingin sama Middleman's Love atau Battle of the Writers. Oiya, sedikit ingfo, selama aku ngikutin ChermChey setiap pekan, sembari menunggu episode baru aku sambil nontonin Middleman's Love dan Battle of the Writers ya!! jadi penilaianku sudah berdasar. Hasilnya, ChermChey adalah series TutorYim yang terbaik, sejauh ini.
Standing point:
^LUCUUUU, wkwkwk full ketawa. Tingkah mereka beneran kayak ngga di-script dongg. sukak bgt actingnya natural syekalii.
^Background song disetiap Intro dan Outro. menurutku itu Fire AF as fck as F as fucek AFF. gilakk. had me dancing kayak ulet goyang di karpet alias asoyyy enak bgt coii.
^Guest role, Cameo, dan supporting character yg unik. Keng muncul dengan peran dia yang sama kayak di Khemjira! sukak bgt tapi kok perintilannya dia nggak dibawa huhuuu.
^Sinematografi nya bagusss banget. ini salah satu aspek yang ngga dipikirkan dan kurang diapresiasi sama ribuan orang di situs sampah ini. kalau Script-nyajelek yaudah lihatlah aspek mana yang bisa diapresiasi. Emang kadang2 situs ini penuh dgn org tolil bin delogok.
^NC scene yang ngga terlalu dilebih-lebihkan, at least better ini daripada yang di Battle of the Writers.
^Cultural appreciation (kuilnya cantik syekaliii).
Ruang untuk pembenahan:
- IYA YA TAU iyaaa, scriptnya. Plotnya udah bagus tapi apa ya yang bikin ini jd ada flaw nya..
- apa ya? ngga ada lagi.
apa ya, mungkin orang-orang butuh pil pereda kecenderungan terhadap demand tontonan yang over-perfect. kek- padahal kan kalian bisa nonton series ini ditengah-tengah tontonan series lain yang sekarang lagi ngetren series dengan karakter black flag/red flag. series dengan cerita yang sangat heavy, lagi ngetren kan? disaat semua series lagi berlomba-lomba buat jadi yang terpaling perfect, series ini hadir sebagai "buffer", sebagai penengah, sebagai penetralisir. Seharusnya kehadiran series seperti ChermChey bisa lebih diapresiasi lagi karena effort productionnya ngga kaleng-kaleng, yah walaupun dalam artian lain DMD ni kesannya kayak men-abandoned TutorYim, paham gak sih? Kenapa series2 nya TutorYim selalu di-handle antara kerjasama 2 agensi?. DMD ga niat nih ngurus artisnya, cuihhh.
Sekian, damai, cium, muahh (harus ku terjemahin soalnya isi review ku banyak kebencian kepada pengguna platform ini hehehe, harus dianonimkan!)
sekian salam rodok rodok (becandaa).
Standing point:
^LUCUUUU, wkwkwk full ketawa. Tingkah mereka beneran kayak ngga di-script dongg. sukak bgt actingnya natural syekalii.
^Background song disetiap Intro dan Outro. menurutku itu Fire AF as fck as F as fucek AFF. gilakk. had me dancing kayak ulet goyang di karpet alias asoyyy enak bgt coii.
^Guest role, Cameo, dan supporting character yg unik. Keng muncul dengan peran dia yang sama kayak di Khemjira! sukak bgt tapi kok perintilannya dia nggak dibawa huhuuu.
^Sinematografi nya bagusss banget. ini salah satu aspek yang ngga dipikirkan dan kurang diapresiasi sama ribuan orang di situs sampah ini. kalau Script-nyajelek yaudah lihatlah aspek mana yang bisa diapresiasi. Emang kadang2 situs ini penuh dgn org tolil bin delogok.
^NC scene yang ngga terlalu dilebih-lebihkan, at least better ini daripada yang di Battle of the Writers.
^Cultural appreciation (kuilnya cantik syekaliii).
Ruang untuk pembenahan:
- IYA YA TAU iyaaa, scriptnya. Plotnya udah bagus tapi apa ya yang bikin ini jd ada flaw nya..
- apa ya? ngga ada lagi.
apa ya, mungkin orang-orang butuh pil pereda kecenderungan terhadap demand tontonan yang over-perfect. kek- padahal kan kalian bisa nonton series ini ditengah-tengah tontonan series lain yang sekarang lagi ngetren series dengan karakter black flag/red flag. series dengan cerita yang sangat heavy, lagi ngetren kan? disaat semua series lagi berlomba-lomba buat jadi yang terpaling perfect, series ini hadir sebagai "buffer", sebagai penengah, sebagai penetralisir. Seharusnya kehadiran series seperti ChermChey bisa lebih diapresiasi lagi karena effort productionnya ngga kaleng-kaleng, yah walaupun dalam artian lain DMD ni kesannya kayak men-abandoned TutorYim, paham gak sih? Kenapa series2 nya TutorYim selalu di-handle antara kerjasama 2 agensi?. DMD ga niat nih ngurus artisnya, cuihhh.
Sekian, damai, cium, muahh (harus ku terjemahin soalnya isi review ku banyak kebencian kepada pengguna platform ini hehehe, harus dianonimkan!)
sekian salam rodok rodok (becandaa).
Was this review helpful to you?


